KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) FAKULTAS EKONOMI UNARS KE COCA COLA AMATIL KOTA SEMARANG 25 JANUARY 2017

Hari ini rabu, 25 januari 2017 Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo melaksanakan kegiatan Kuliah kerja lapangan (KKL) di PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) semarang yang berlokasi di Jl. Sukarno – Hatta KM 30 Kel. Harjosari, Kec. Bawen, Kab. Semarang 50501. Diikuti oleh Jajaran Dekanat, Para Dosen dan Mahasiswa Semester V (lima) Fakultas Ekonomi UNARS.

Kuliah kerja lapangan ini merupakan kegiatan yang memperkenalkan dunia kerja kepada para mahasiswa. Mendapatkan pekerjaan adalah sesuatu yang sangat sulit. Persaingan yang ketat, lapangan pekerjaan yang sempit, dan masih banyak hal lainnya yang jadi penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan. Dengan adanya kuliah kerja lapangan, mahasiswa diharapkan mendapat pengalaman dalam bekerja, dan memahami etika kerja yang baik. Hal ini tentunya membantu mahasiwa untuk mendapatkan gambaran mengenai cara kerja yang baik dan disiplin, sehingga kelak mahasiswa dapat menjadi pengusaha  yang handal dalam bidangnya, dan mampu untuk menembus ketatnya persaingan di dunia bisnis saat ini. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Semarang adalah salah satu perusahaan minuman terkemuka di Indonesia yang memproduksi sekaligus mendistribusikan hasil produksinya ke seluruh wilayah di Indonesia. Hasil produksi perusahaan ini tentunya berupa produk dari The Coca-Cola Company yang pertama kali ditemukan oleh Dr John S Pemberton yaitu seorang ahli farmasi dan ahli minuman dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat pada tahun 1886. Coca-Cola Amatil Indonesia terbagi menjadi dua divisi yaitu PT Coca-Cola Amatil Indonesia Bottling dan PT Coca-Cola Amatil Indonesia Distribution yang mana keduanya bertugasuntuk memproduksi minuman ringan serta memasarkan dan mempromosikan produk perusahaan. Coca-Cola Amatil Indonesia akan terus berinvestasi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi di Indonesia melalui 9 unit usahanya yang berada di kawasan Cibitung-Bekasi, Cikedokan, Bekasi, Medan, Padang, Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya dan Denpasar hal ini karena melihat permintaan pasar yang terus meningkat baik melalui gerai lokal maupun di pasar-pasar modern

beberapa pertanyaan yang diajukan mahasiswa diantaranya bagaimana mengatasi permasalahan bahan baku? Jawab Direktur PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Semarang yaitu bahwa perusahaan sudah menerapkan sistem pengendalian bahan baku atau SAP yang merupakan suatu langkah strategis untuk meminimalkan resiko kekurangan bahan baku produksi. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi produk coca-cola ini adalah  air, CO2, konsentrat, dan gula. Produk PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Semarang ini diantaranya adalah Coca-cola, Fanta, Sprite, Frestea, Minute Maid , Aquarius, Ades, Schweppes, A&W

Kegiatan ini diharapkan banyak memberikan manfaat khusunya memberikan motivasi bagi mahasiswa tentang bagaimana memulai suatu bisnis yang memang harus diawali dari bawah untuk menuju kesuksesan yang besar. semnagat mahasiswa akan mulai tumbuh disini karena melihat langsung fakta bisnis di lapangan, dan yang  sebelumnya masih banyak teori saja yang diterima di kelas .

IMG-20170124-WA0003

Foto Dekan Fakultas Ekonomi Unars dan Direktur PT Coca Cola Amatil Indonesia Semarang

IMG-20170124-WA0010

Foto kegiatan mahasiswa menyimak seminar oleh Direktur PT Coca Cola Amatil Indonesia Semarang

 

 

SUKSES FAKULTAS EKONOMI……

PELAKSANAAN TES WAWANCARA CALON DOSEN PROGRAM STUDI VOKASI PARIWISATA FAKULTAS EKONOMI UNARS SITUBONDO, 16 JANUARI 2017

Hari ini Senin 16 Januari  2017, Yayasan pendidikan Abdurachman Saleh, UNARS Situbondo dan  Fakultas Ekonomi Melaksanakan  Tes Wawancara bagi  Calon Dosen Program Studi Vokasi Pariwisata Fakultas Ekonomi Unars Situbondo. Pelaksanaan ujian  ini berlangsung dari jam 09.00 WIB pagi tadi tepatnya di Ruangan Sekretariat Program Studi Pariwisata.

Dosen-dosen yang mengikuti tes kali ini merupakan para praktisi yang ahli dibidangnya diantaranya dari Dinas terkait, Pembisnis, dan Anggota organisasi di bidang pariwisataynag terdiri dari 10 Orang.

Tes ini merupakan langkah awal untuk menguji kemampuan, pengalaman dan kreatifitas dalam bidang kepariwisataan, serta apa ide yang bisa disarankan UNARS dan Pemerintah Daerah untuk bisa membangun pariwisata khusunya di Kabupaten Situbondo ini. Tim penguji kali ini diantaranya :

  1. Pembina Yayasan Abdurachman Saleh Situbondo (Drs. HRB. M. Rofik Kosoemodilogo, SH, MM)
  2. Wakil Rektor I Bidang Akademik (Ir. Sulistiyaningsih, MM)
  3. Wakil Rektor II Bidang Keuangan (Ir. Yohanes Nangameka, MP)
  4. Dr. Winasis Yulianto, SH,M.Hum
  5. Dr. Edy Kusnadi Hamdun, M.Si
  6. Dr. Mohammad Yahya Arief, SE, M.Si
  7. Muhammad Nurdin Razak (Konsultan dan Dosen Pariwisata Universitas Airlangga)
  8. Dekan Fakultas Ekonomi UNARS (Drs. karnadi, M.Si).

1

Foto : pelaksanaan tes wawancara calon dosen pariwisata FE UNARS Situbondo

Beberapa asumsi ini didirikan Program Studi Diploma(d3)  Pariwisata konsentrasi Bina Wisata ini adalah :

  1. Program Studi Diploma Pariwisata konsentrasi Bina Wisata Fakultas Ekonomi yang mana Prodi dengan bidang minat tersebut di Wilayah Besuki Raya masih sedikit, sehingga minta siswa secara umum akan cukup besar
  2. Bahwasannya dalam Studi Diploma Pariwisata sesuai dengan kondisi potensi daerah Kabupaten Situbondo yang memiliki banyak tempat wisata dan merupakan jalur utama transportasi Jawa dan Bali
  3. Bahwasannya lulusan dari Program Studi Diploma Pariwisata konsentrasi Bina Wisata Fakultas Ekonomi akan dapat mengisi pasar kerja utamanya dalam bidang Pariwisata

Selain itu nantinya Program studi pariwisata ini bisa menempati Proyeksi serapan lulusan :

  1. Dinas Pariwisata, Budaya  dan Olahraga Pemerintah Daerah regional maupun Nasional
  2. Industri Perhotelan dan Restoran di Regional dan Nasional
  3. Industri Tour and Tavel,  lokal dan Nasional
  4. Industri Kerajinan dan Souvenir
  5. Industri Transportasi
  6. Wirausaha yang terkait dengan Pariwisata

3

Foto : pelaksanaan tes wawancara calon dosen pariwisata FE UNARS Situbondo

HARI PERTAMA PELAKSANAAN UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL TA 2016/2017 FAKULTAS EKONOMI UNARS SITUBONDO BERJALAN LANCAR, SENIN, 16 JANUARI 2017

Hari ini Senin, 16 Januari 2016 Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo melaksanakan UJjian Akhir Semester (UAS) Semester Gasal Tahun Akademik 2016/2017. Ujian kali ini berjalan tertib dan lancar, Mahasiswa yang mengikuti ujian kali ini diwajibkan mengikuti beberapa syarat dan ketentuan  ujian yang ditetapkan oleh Fakultas diantaranya telah memenuhi jumlah presensi, kewajiban keuangan dan ketentuan lainnya.

1

Foto pelaksanaan Ujian Akhir  Semster (UAS)  semester I (satu)

Peraturan di kelas :

  1. Harus hadir tepat waktu
  2. Wajib membawa kartu ujian
  3. Wajib membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
  4. Menggunakan Jas Almamater
  5. Dilarang menyontek
  6. Dilarang membawa Handphone

2

Foto pelaksanaan Ujian Akhir  Semster (UAS)  semester III (tiga)

Mahasiswa yang tidak mengikuti peraturan yang berlaku maka akan dikenkan sanksi tegas oleh Pihak Fakultas Ekonomi UNARS  Situbondo atau dikeluarkan dari Pelaksanaan Ujian

3

Foto pelaksanaan Ujian Akhir  Semster (UAS)  semester III (lima)

SEMOGA SUKSES…….

SUARA FAKULTAS EKONOMI UNARS SITUBONDO 11 JANUARI 2017

Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo menyelenggarakan Open Talk/Suara Fakultas Ekonomi pada 11 Januari 2016 dengan mengangkat tema kegiatan:

” Jadikan Inspirasimu Menginspirasi Pembangunan Fakultas Ekonomi yang Unggul dan Kreatif”

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dekan Fakultas Ekonomi sebagai sarana antara Jajaran Dekanat, Dosen, Staff Pengajaran dan Mahasiswa untuk memberikan saran-saran yang membangun Fakultas Ekonomi kedepannya,  Dekan Fakultas Ekonomi UNARS, Drs. Karnadi, M.Si berkomitmen dalam hal membangun Fakultas Ekonomi yang lebih baik maka perlunya kerjasama tim antara Dosen, Staff pengajaran dan Mahasiswa, dalam sambutannya dekan Fakultas ekonomi mengungkapkan “mari kita Membangun fakultas ekonomi dimulai dari diri kita sendiri (ungkap Dekan)” seluruh

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Dosen fakultas ekonomi dan perwakilan mahasiswa dari  masing-masing kelas semster I (satu), semester III (tiga), semester V (lima) dan semester VII. Seluruh mahasiswa yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran-saran, inspirasi atau ide serta kritik yang membangun secara langsung kepada Dekan Fakultas Ekonomi, forum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan apa saja pelayanan yang sudah diberikan fakultas sebelumnya ke mahasiswa yang masih belum maksimal, sekaligus mahasiswa menawarkan bagaimana solusinya. Pelayanan harus terus dimaksimalkan mengingat bahwa mahasiswalah yang memiliki hak menerima pelayanan karena yang telah membayar SPP. Setiap  tahunnya memang perlu untuk dilakukan evaluasi-evaluasi  untuk menilai kinerja fakultas, mengingat bahwa persaingan kampus saat ini yang semakin tahun semakin ketat, beberapa fasilitas serta pelayanan yang terus dimaksimalkan kampus lainnya. Sebagai fakultas yang memiliki jumlah mahasiswa hampir 2000, hal ini juga perlu dilakukan oleh Fakultas Ekonomi UNARS untuk bisa terus berkarya dan berinovasi dan berperan dalam memajukan Kampus UNARS ini yang unggul dan kreatif di bidang IPTEKS.

Hasil kegiatan “Suara Mahasiswa” ini nantinya akan langsung ditindaklanjuti oleh Jajaran di Fakultas Ekonomi untuk merumuskan strategi membangun fakultas ekonomi UNARS yang lebih unggul dan inovatif.

SALAM SUKSES FAKULTAS EKONOMI, DI TAHUN 2017 HARUS LEBIH BAIK DAN LEBIH BAIK

RAPAT PENYUSUNAN BUKU PANDUAN PENULISAN TUGAS AKHIR (SKRIPSI) FAKULTAS EKONOMI UNARS

Fakultas ekonomi UNARS Situbondo melaksanakan rapat penyusunan tugas akhir pada 10 Januari 2017. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dan terobosan utama untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan pembimbingan tugas akhir (skripsi) kepada mahasiswa, nantinya seluruh dosen yang mendapatkan tugas membimbing tugas akhir (sebagai dosen wali) akan menjadi lebih terkoordinatif dan selaras  dalam hal pemahaman  kaidah-kaidah  penulisan tugas akhir ini.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bpk Dr. Edy Kusnadi Hm. M.Si selaku ketua rapat dan yang telah menyusun rancangan buku panduan penelitian yang akan dibahas, dan dihadiri oleh  :

  1. Dekan fakultas Ekonomi UNARS Drs. Karnadi, M.Si,
  2. Wakil Dekan I bidang Akademik Kemahasiswaan Luckman Ashary S.E, M.M
  3. Wakil Dekan II bidang Keuangan dan Umum, Dwi Perwitasari Wiryaningtyas, SE., MM
  4. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo
  5. Staff Pengajaran  Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo

Pelaksanaan kegiatan ini temotivasi dari adanya beberapa perebedaan persepsi pembimbing dalam kaidah-kaidah penulisan skripsi sehingga menghasilkan dualisme pemahaman yang berbeda dan ini tentu  mempersulit mahasiswa untuk menentukan manakah yang paling benar dan layak untuk diikuti. Dekan Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo berkomitmen bahwa semua dosen Fakultas Ekonomi ini harus  secara serempak dalam memberikan pemahaman,  kaidah dan ketentuan-ketentuan tentang bagaimana menulis tugas akhir yang benar. Hal ini tentu bagi  mahasiswa semester akhir agar dalam penyusunan tugas akhir  ini bisa lebih cepat dan bersifat mempermudah serta dalam koridor yang benar. Selain itu juga agar ketika pelaksanaan ujian akhir nanti tidak perlu lagi terjadi masalah-masalah kesalahan penulisan yang fatal dan tidak sesuai kaidah yang disepakati.

Pokok bahasan dalam rapat iniyang telah disepakati  adalah :

  1. Persyaratan untuk menyusun judul  skripsi
  2. Langkah penyusunan Latar Belakang, rumusan masalah, Tujuan dan Manfaat penelitian
  3. Syarat penulisan  penyusunan referensi pustaka  baik kutipan langsung maupun tidak langsung
  4. Penentuan jumlah Jurnal Penelitian Terdahulu
  5. Penyusunan Kerangka Konseptual Penelitian
  6. Penyusunan Hipotesis Penelitian
  7. Penulisan Sumber tulisan
  8. Penyusunan judul Skripsi
  9. Kaidah penulisan tabel dan gambar
  10. Logo sampul yang digunakan serta ukurannya
  11. Langkah penyusunan Daftar Pustaka
  12. Masa penyusunan skripsi dan konsekuensinya apabila melewati masa yang ditentukan

Intinya, kita semua berharap semoga kedepannya pelayanan yang diberikan oleh  Fakultas Ekonomi UNARS kepada Mahasiswa bisa bersifat lebih baik dan bersifat mempermudah segala urusan adminstratif baik dibidang akademik, kemahasiswaan dan keuangan. Kesusksesan pelayanan diawali dengan Staff Pengajaran dan Dosen (tenaga pendidik)  yang profesional  dan kreatif serta secara bersama-sama berkomitmen untuk  memberikan pelayanan kepada  mahasiswa secara total sehingga nantinya bisa menghasilkan lulusan yang unggul dan inovatif di bidang IPTEKS.

SALAM SUKSES FAKULTAS EKONOMI

Tim penulis (IT Fak. Ekonomi)

SELAMAT ATAS DIRAIHNYA JUARA III OLEH MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNARS DI KEJURNAS KARATE MALANG OPEN VIII-2016 DI GOR KEN AROK 9 – 10 – 11 DESEMBER 2016

KHOSNUL KHOTIMAH dan SUCI RISQIANA Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo yang saat ini masih semester I (satu) resmi meraih  Juara III  Di Kejuaraan Nasional Karate Malang Open VIII-2016 yang dilaksanakan di Di Gor Ken Arok 9 – 10 – 11 Desember  2016 Kota Malang.

Pertandingan beregu yang terdiri dari 3 mahasiswa melawan regu dari

Bermodal ketekunan berlatih, meskipun sebagi pemula akhirnya bisa meraih juara III di ajang Nasional,

Semoga kedepan bisa meraih  juara kembali di tingkat Nasional

 

15784822_1228224010605620_600270289_o

DOSEN FAKULTAS EKONOMI UNARS MENJADI PEMAKALAH DALAM KOLOKIUM HASIL RISET DAN KAJIAN PEMBERDAYAAN DAN INOVASI TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAERAH DAN DESA

Dosen Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo sekaligus Mahasiswa calon doktor manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jember, menyampaikan hasil penelitiannya dalam acara Colloquium (seminar)  yang digagas oleh Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Jember dengan tema “Pemberdayaan Dan Inovasi Tata Kelola Pemerintah Daerah & Desa ” yang berlangsung di aula lantai 2 FISIP UNEJ pada tanggal 27 Desember 2016,

Penelitian yang diangkat dalam seminar kali ini yaitu “STRATEGI SISTEM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PANTAI PUGER DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN EKONOMI ” dengan temuan penelitiannya yaitu “Perlunya Perhatian Khusus Dan Kerjasama Antar Seluruh Elemen Terkait Permasalahan Masyarakat Pesisir”

IMG-20161228-WA0009
Latar Belakang Penulis Melakukan Penelitian Ini didasari oleh keadaan masyarakat yang berada didaerah pesisir Pantai Puger Jember Jatim, penulisan karya ilmiah ini berdasarkan pada fakta dilapangan tersebut untuk mengetahui dan menganalisis kondisi dan sistem pemberdayaan masyarakat pesisir puger.

Tujuan dari penelitian ini adalah Menegetahui dan menganalisis Strategi sistem pemberdayaan masyarakat pantai puger dalam meningkatkan pendapatan ekonomi, tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi lapangan, yaitu dengan cara terjun langsung di lapangan tempat penelitian.

Umumnya penduduk di masyarakat pantai puger dalam meningkatkan pendapatan ekonomi ini bekerja sebagai nelayan dan petani. Seperti halnya keadaan sosial ekonomi  masyarakat nelayan pada umumnya kondisi sosial ekonomi komunitas nelayan di masyarakat pantai puger juga masih cukup memprihatinkan. Sejumlah besar rumah tangga nelayan yang ada di masyarakat pantai puger ini masih tergolong ekonomi menengah keatas.

Nanik dalam penelitiannya menyebutkan komunitas nelayan di pantai puger dalam peningkatan ekonomi masih membutuhkan perhatian. Jika diamati lebih lanjut, sebagian masyarakat indonesia yang bermukim di daerah pedesaan mencapai hampir 80% dari seluruh penduduk, sebagian merupakan petani dan nelayan, dengan metode berpikir yang sederhana, yang mencirikan masyarakat tradisonal, hal tersebut didasari karena tingkat pendidikan yang relatif rendah, karena pekerja sebagai petani atau nelayan sudah begitu lekat dan tidak dapat dipisahkan dalam proses kegiatan mereka untuk memenuhi kehidupan sehari hari nya. Oleh karena itu bekerja sebagai petani atau nelayan perlu mendapat perhatian guna perbaikan taraf hidupnya,

WhatsApp-Image-2016-12-28-at-08.53.391

Dalam penelitiannya dirumuskan dua pokok permasalahan yaitu

  1. pertama bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat puger dalam meningkatkan pendapatan ekonomi, dan
  2. kedua bagaimana strategi sistem pemberdayaan masyarakat pantai puger dalam meningkatkan pendapatan ekonomi, itu saja cudah cukup, nanti bisa dikembangkan kedepannya”,  imbuhnya

Nanik menjelaskan perlunya perhatian khusus dan kerjasama antar seluruh elemen terkait permasalahan masyarakat pesisir. baik itu konsultan pemberdayaan, aktifis pemberdayaan lingkungan, aktifis LSM, peneliti, politisi, dan khususnya para penentu kebijakan untuk secepatnya menguak nasib buram masyarakat pesisir”, pungkasnya.

Realita banyak terjadi diberbagai wilayah pesisir lainnya, kelemahan tersebut biasanya terletak pada terbatasnya sarana prasarana, rendahnya kualitas SDM, teknologi penangkapan ikan yang terbatas kapasitasnya, akses modal nelayan, pasaran produk ekonomi lokal yang terbatas, tidak adanya kelembagaan sosial ekonomi yang dapat membangun masyarakat dan yang lebih utama belum adanya komitmen pembangunan kawasan pesisir secara terpadu.

Kesimpulannya yaitu tentang sinergitas dari seluruh elemen termasuk kebijakan pemerintahan tentang masyarakat pesisir pantai puger. Tentang strategi  pemberdayaan masyarakat pesisir ini perlu secepatnya dan harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah untuk dapat membuat kebijakan atau solusi konkrit untuk mengikis harapan harapan hampa tentang peningkatan ekonomi masyarakat pesisir pantai puger yang sebenarnya kaya akan potensi namun minim dalam pengelolaan.

Sumber : HUMAS Parcasarjana Universitas Jember

DUA DOSEN FAKULTAS EKONOMI UNARS SITUBONDO RESMI MENYANDANG GELAR DOKTOR ILMU EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI UNARS MEMPEROLEH DUA GELAR DOKTOR ILMU EKONOMI DARI UNIVERSITAS MERDEKA MALANG

HARI INI Sabtu, 24 Desember 2016, Dua Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo  mendapatkan gelar Doktor  (Dr) ilmu Ekonomi  dari Universitas Merdeka Malang, Pelaksanaan Ujian tepatnya di Gedung PPI, Lt. III Kantor Pusat Universitas Merdeka Malang di Jl. Terusan Raya Dieng 62-64 Malang.

Dua Dosen Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo yang secara resmi memperoleh gelar atau gelar tertinggi dari Universitas yaitu :

  1. Dr. Mohammmad Yahya Arif, SE., M.Si
  2. Dr. Edy Kusnadi Hamdun, M.Si

Perolehan gelar Doktor Ilmu Ekonomi diatas merupakan yang ke 121 dan yang 122 serta merupakan lulusan doktor yang ke 335 dan 336 semua jurusan dari Universitas Merdeka Malang

Perolehan gelar Doktor Ilmu Ekonomi ini merupakan yang pertama bagi Fakultas Ekonomi  UNARS Situbondo, selain itu ada beberapa kandidat Doktor Fakultas Ekonomi  UNARS yang juga akan menyusul memeperoleh gelar doktor tersebut terdiri dari 9 (sembilan) Dosen diantaranya :

  1. Karnadi M.Si
  2. Dwi Perwitasari W., SE., MM
  3. Nanik Hariyana, S.Pd., MM
  4. Luckman Ashary, SE., MM
  5. Yudha Praja, SE, M.Si
  6. Hendra Syahputra, S.Pd, MM
  7. Mohammad Iqbal Ansory, S.SI, M.Si
  8. Febri Ariyantiningsih, SE, MM
  9. Yudhistira Harisandi, ST, M.Si

Kesembilan kandidat doktor tersebut saat ini telah menempuh beberapa ujian dan akan segera memperoleh gelar Doktor Ilmu Ekonomi dan Ilmu Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Universitas Negeri Jember. Jumlah keseluruhan Dosen bergelar Doktor (Dr) nantinya akan berjumlah sebelas  (11) yang dimiliki oleh Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, Jumlah dosen bergelar Doktor ini  nantinya dipersiapakan sebagai modal utama bagi Fakultas Ekonomi bisa untuk membuka program studi tambahan yaitu jenjang s2 (Magister).

Sidang terbuka Kali ini dihadiri Perwakilan pengurus Yayasan dan Rektor Universitas Merdeka Prof. Dr. Anwar Sanusi, SE, M.Si, Pembina yayasan Abdurachman Saleh Situbondo Drs. H.R.B MUHAMMAD ROFIK, KS, S.H, MM , Ketua Umum Yayasan  Abdurachman Saleh Situbondo Drs. H. FATHORRACHMAN, MM dan beberapa Anggota pengurus yayasan, Wakil Rektor UNARS, jajaran Dekan dan Dosen UNARS Situbondo.

Promovendus merupakan sebutan atas sarjana Strata III yang menyusun disertasi dan mempertahankannya untuk memperoleh gelar doktor di perguruan tinggi. Dan doktor baru ini diberikan kesempatan muntuk menyampaikan hasil temuan penelitiannya serta menjawab dan mempertahankan hasil penelitiannnya.

 

PELAKSANAAN SIDANG TERBUKA Dr. MOHAMMMAD YAHYA ARIF, SE., M.Si

15590313_1217737188334304_421221123373908340_n

Foto : Promotor, co Promotor, dan Penyanggah

Pelaksanaan sidang terbuka  pertama oleh  Dr. Mohammmad Yahya Arif, SE., M.Si dilaksanakan tepatnya pada pukul 09.00 WIB, dengan Judul Penelitian Disertasi yang diujikan yaitu tentang “PENGARUH PEMBERDAYAAN EKONOMI MASAYARAKAT PESISIR TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PESISIR” dengan dipromotori oleh  Prof. Dr. Anwar Sanusi, SE, M.Si dan co promotor yaitu  dr. abdul manan, M.Si. selain itu beberapa Penyanggah yang juga hadir dalam sidang kali ini yaitu  :

  1. Dr. Widji Astuti, M.M
  2. Dr. Nazief Nirwanto, M.A
  3. Ir. agus suprapto , M.Sc, P.Hd
  4. Prof Dr. Aloysius R. Entah, S.H
  5. Junianto T. Darsono, MM
  6. Ir. Harsono, M.Si
  7. Dr. Grahita Chandrarin, M.Si., Ak., CA.

15665832_1217737145000975_4164747616433898224_n

Foto :  Promovendus menyampaikan hasil temuan penelitiannya

Kegiatan sidang pertama diawali dengan pemaparan hasil penelitian oleh promovendus (Dr. Mohammmad Yahya Arif, SE., M.Si). Penelitian ini menggambarkan bagaimana sebuah program pemberdayaan ekonomi masyarakat (yang meliputi modal usaha, kedai pesisir, lembaga keuangan mikro dan SPDN) mempengaruhi kesejahteraan masyarakat (pendapatan keluarga, kesehatan masyarakat, kondisi rumah, fasilitas penunjang usaha dan fasilitas transportasi melalui modal sosial (norma, jaringan, kepercayaan dan transportasi kelompok). Hasil penelitian menunjukkan :

  1. Pemberdayaan Ekonomi Msyarakat pesisir tidak berpengaruh terhadap Modal Sosial, hal ini disebabkan karena pemberdayaan ekonomi masyarakat dipersepsikan oleh masyarakat sebagai upaya pemerintah kabupaten Situbondo hanya sebagai suatu program tanpa memperhatikan modal sosial yang berlaku di masyarakat pesisir. Hal ini dapat dilihat bahwa modal sosial belum mampu merubah karakter masyarakat pesisir, yang memiliki pola pikir yang tidak konsisten sehingga rendahnya modal sosial yang terbentuk
  2. Modal sosial tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini bisa dilihat bahwa pada kenyataannya modal sosial di masyarakat pesisir masih rendah, Karena karakter masyarakat yang keras sehingga belu mampu membangun hubungan yang erat dan padu dalam membangun solidaritas masyarakat (timbal balik), karakter masyarakat yang individualitas sehingga jaringan, kolaborasi sosial, membangun hubungan dan kerjasama antar iindividu dan antar institusi baik didalam komunitas sendiri/ kelompok maupun diluar komunitas/kelompok dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat belum ada, sedangkan dalam hal kepercayaan yaitu tumbuhnya sikap percaya antar individu dan antar institusi dalam masyarakat masih rendah. Hal ini belum bisa memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan.
  3. Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, Hal ini menunjukkan bahwa untuk mensejahterakan masyarakat, perlu ditingkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam bentuk
  • a). mewajibkan pengurus LKM lebih aktif dalam mensosialisasikan informasi persyaratan untuk memperoleh pinjaman modal usaha kepada masyarakat
  • b). mempermudah akses masyarakat terhadap SPDN dalam memperoleh BBM, dan menyederhanakan birokrasinya
  • c). mengupayakan peningkatan kepuasan masyarakat melalui penyesuaian kualitas barang yang  tersedia di kedai pesisir
  • d). mengupayakan pemberian nilai pinjaman sesuai dengan kebutuhan upaya masyarakat
  1. Modal sosial tidak mampu memediasi pemberdayaan ekonomi masyarakat terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir, artinya bagaimanapun usaha untuk meningkatkan modal sosial belum mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

setelah pembacaan hasil penelitian, kemudian sidang dilanjutkan pada pertanyaan oleh masing-masing sembilan Profesor dan dijawab dengan sempurna oleh promovendus (Dr. MOHAMMMAD YAHYA ARIF, SE., M.Si),  Salah satu pertanyaan yang cukup memberikan kesan oleh Prof dr grahita chandrarin, M.Si., Ak., CA.  yang mempertanyakan bahwa sebuah penelitian yang baik harus mampu memberikan kontribusi  bagi semua kalangan serta replicable dan dapat diteruskan oleh peneliti-peneliti berikutnya. Secara baik  mampu dijawab secara baik yaitu kegiatan ini dapat menjadi pertimabngan pemerintah Daerah khusunya Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo dalam melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat pesisir agar program yang dirancang mampu untuk memberikan  sebuah stimulus yang mampu menggerakkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Situbondo, selain itu penelitian ini dapat dikembangkan oleh beberapa peneliti selanjutnya dengan memasukkan beberapa indikator aspek sosail dan  tidak hanya diukur dari faktor ekonomi saja.

PELAKSANAAN SIDANG TERBUKA KEDUA 

OLEH Dr. Edy Kusnadi Hamdun, M.Si

15665652_1217870501654306_8380468210934530061_n

Foto : Promotor, co Promotor, dan Penyanggah

Pelaksanaan sidang kedua  oleh Dr. Edy Kusnadi Hamdun, M.Si  pada sabtu 24 desember 2016 pukul 14.00 WIB dengan Judul Penelitian Disertasi yang diujikan yaitu ” Analisis pengaruh motivasi, pendidikan dan pelatihan, terhadap kepuasan kerja serta implikasinya pada kinerja pegawai negeri sipil di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Situbondo, kegiatan sidang ini merupakan sidang akhir untuk mendapat gelar Doktor  (Dr) Ilmu Ekonomi dari Universitas Merdeka Malang, setelah sebelumnya dilaksanakan ujian tertutup pada 23 nov 2016. Tepatnya di Lantai III Kantor pusat  Universitas Merdeka Malang, ujian berlangsung dengan baik dan lancar. Penelitian Disertasi  oleh Dr. Edy Kusnadi Hamdun, M.Si  dipromotori oleh  prof. Dr. Nazief Nirwanto, M.A dan co promotor yaitu  Dr. Ir.  HARSONO, M.Si. selain itu beberapa Penyanggah yang juga hadir dalam sidang kali ini yaitu  :

  1. Prof Dr. grahita chandrarin, M.Si., Ak., CA.
  2. Ir. HARSONO, M.Si
  3. Dr. Anwar Sanusi, SE, M.Si
  4. Dr. Widji Astuti, M.M
  5. . Ir respati W. MSA., Ph.D
  6. Dr. Dewi Astutty M. S.H., MS
  7. Abdul Manan, MS
  8. Beoge Triatmanto, MM
  9. Prof dr grahita chandrarin, M.Si., Ak., CA.

15621773_1217870491654307_8549695184295573293_n (1)

Foto :  Promovendus menyampaikan hasil temuan penelitiannya

Penelitian oleh Dr. Edy Kusnadi Hamdun, M.Si ini bertujuan untuk mendiskripsikan motivasi, pendidikan dan pelatihan, kepuasan kerja dan kinerja PNS di SKPD Kabupaten Situbondo, menganalisis pengaruh langsung motivasi, pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja PNS di SKPD Kabupaten Situbondo, dan pengaruh tidak langsung melalui kepuasan kerja. Ringkasan Hasil penelitian menggambarkan sebagai berikut :

  1. Motivasi PNS di SKPD Kabupaten Situbondo direfleksikan oleh kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebuthan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi. kebutuhan sosial menjadi kebutuhan yang paling merefleksi motivasi dalam hal bangga sebagai anggota Korpri. Pendidikan dan pelatihan di SKPD Kabupaten Situbondo direfleksi Diklat Berkelanjutan, Diklat on the job, Mutasi pegawai, Diklat off the job, dan Seminar/lokakarya/Workshop. Diklat on the job yang paling merefleksi pendidikandan pelatihan dalam hal manfaat Diklat on the job dapat menambah kemampuan/keterampilan PNS. Disamping itu Diklat on the job dapat menciptakan koordinasi kerja. Kepuasan kerja PNS di SKPD Kabupaten Situbondo direfleksi oleh kesesuaian pekerjaan dengan Tupoksi, Kesesuaian gaji dengan pekerjaan, kepuasan terhadap hasil kerja, hubungan dengan rekan kerja dan atasan. Kesesuaian pekerjaan dengan Tupoksi yang paling merefleksi kepuasan kerja dalam hal pekerjaan dan  KInerja PNS di SKPD Kabupaten Situbondo direfleksi oleh kualitas kerja, tanggung jawab hasil kerja, Waktu penyelesaian kerja dan tingkat kehadiran kerja, Tingkat kehadiran pekerja yang paling merefleksikan kinerja dalam hal ini adalah kehadiran tepat waktu.
  1. Motivasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja, motivasi yang utama dibentuk dari kebutuhan rasa aman, yaitu jaminan pensiun/hari tua membuat PNS di SKPD Kabupaten Situbondo merasakan ketenangan dalam bekerja yang diperoleh dari rasa puas dalam bekerja. Pendidikan dan pelatihan berpengaru terhadap keuasan kerja PNS di SKPD Kabupaten Situbondo, Pendidikan dan pelatihan terutama dibentuk oleh manfaat diklat berkelanjutan dalam hal kesesuaian manfaat Diklat dengan pekerjaannya.
  2. Motivasi berpengaruh terhadap kinerja, utamanya dibentuk dari ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan sebelum batas waktu yang ditentukan. Pendidikan dan pelatihanberpengaruh terhadap kinerja PNS di SKPD Kabupaten Situbondo .Pendidikan dan pelatihan terutama dibentuk oleh manfaat diklat berkelanjutan, dalam hal kesesuaian antara manfaat mengikuti Diklat yaitu meningkatkan kemampuan kerja dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
  3. Kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja PNS di SKPD Kabupaten Situbondo, kepuasan kerja terutama dibentuk oleh hubungan dengan atasan dalam hal atasan memberikan bimbingan/perintah/petunjuk dalam bekerja. Sedangkan kinerja terutama dibentuk oleh ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.
  4. Motivasi pendidikan dan pelatihan secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja melalui kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan hal penting yang harus diperhatikan para pejabat di SKPD Kabupaten Situbondo, karena dengan adanya kepuasan kerja yang baik, akan berakibat positif terhadap kinerja PNS. Pengaruh tidak langsung Motivasi pendidikan dan pelatihan secara parsial lebih kuat dari pada pengaruh langsung, Hal ini mengindikasikan bahwa peranan kepuasan kerja untuk meningkatkan kinerja merupakan hal yang sangat penting.

Beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh Promotor, Co Promotor dan keseluruhan Penyaggah dijawab secara baik oleh promovendu s (Dr. Edy Kusnadi Hamdun, M.Si)  , salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh penyanggah yaitu Prof. Dr. Anwar Sanusi, SE, M.Si tentang apa makna pengaruh dalam penelitian ini serta apakahn sudah sesuai dengan teori yang ada?, Jawaban yang cukup singkat oleh promovendus yaitu

makna pengaruh menjelaskan bahwa  Pemerintah situbondo menginginkan kinerja yang tinggi pada pegawainya, kemudian kinerja bisa didapat baik melalui motivasi  pendidikan dan pelatihan, namun demikian penelitian ini juga menjelaskan apabila PNS  sudah diberikan motivasi, pendidikan dan pelatihan, apabila dia puas dahulu maka kinerja lebih tinggi daripada pengaruh langsung motivasi , pendidikan pelatihan pada  kinerja, atau  yang lebih besar pengaruhnya terhadap kinerja  pegawai negeri sipil di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Situbondo yaitu kepuasan terlebih dahulu kemudian bersampak pada kinerjanya. Berdasarkan Teori penelitian ini mendukung teori-teori sebelumnya yang menyatakan bahwa motivasi, pendidikan dan pelatihan berpengaruh pada kepuasan dan  kepuasan berpengaruh pada kinerja. Perbedaan penelitian sebelumnya yakni pada penambahan variabel bebas yaitu pendidikan dan pelatihan.

15665522_551875381680420_7437638373066465444_n
Foto  Dr. MOHAMMMAD YAHYA ARIF, SE., M.Si bersama Keluarga Besar UNARS Situbondo

15731461_1226608627433825_1381778505_n

Foto Dr. Edy Kusnadi Hamdun bersama Keluarga Besar UNARS Situbondo

Lita Permata Sari SE, M.SA,Ak (Dosen Fakultas Ekonomi UNARS) mengikuti Workshop Bank Indonesia tentang Keterkaitan antar kebijakan makro : financial programming and policies 14-17 Desember 2016

Dekan Fakultas ekonomi Drs. Karnadi M.Si mendorong seluruh Dosen Fakultas Ekonomi  UNARS untuk berperan aktif dalam melaksanakan dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang kaitannya dengan pembangunan perekonomian Daerah. Salah Dosen yang diutus langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi yaitu Lita Permata Sari SE, M.SA,Ak  untuk mengikuti kegiatan Workshop  tentang “Keterkaitan antar kebijakan makro : financial programming and policies” pada tanggal 14-17 Desember 2016 di Kabupaten Banyuwangi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI).

Kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya untuk memberikan wawasan yang lebih luas tentang apa saja keterkaitan kebijakan-kebijakan makro yang dirumuskan oleh pemerintah seperti kebijakan dan program-program keuangan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi “Abdullah Azwar Anas” tepatnya pada hari rabu  tanggal 14  Desember 2016 tepatnya pukul 09.00 WIB. Selanjutnya dilaksanakan kegiatan workshop oleh beberapa Narasumber dari Bank Indonesia.

Manfaat kegiatan pelatihan ini yaitu memahami sektor-sektor dalam perekonomian (rill, fiskal, eksternal dan moneter) dan keterkaitan antar sektor tersebut dalam prekonomian selain itu juga bisa mempelajari kondisi ekonomi dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, menyusun baseline skenario, menyusun dan merekomendasikan Policy Scenario / Policy program untuk mencapai tujuan tertentu  (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang terkendali, keseimbangan BoP, dll).

Berikut Isi Workshop dari “Keterkaitan antar kebijakan makro : financial programming and policies” :

Pelaku dalam Sektor Makro Ekonomi saat ini terbagi menjadi 4 kelompok besar :

  1.  Swasta
  2. Pemerintah
  3. Perbankan (termasuk Bank Sentral/BI)
  4. Asing

Aktivitas ke-empat pelaku utama tersebut tercermin pada empat sektor makro ekonomi utamanya Neraca Pendapatan Nasional (PDB), neraca pemerintah (Fiskal atau APBN), Neraca Moneter (uang beredar) dan Neraca Pembayaran. Empat indikator tersebut menghasilkan informasi yang sangat diperlukan dalam perumusan kebijakan ekonomi, yaitu mencapai pertumbuhan ekonomi, inflasi yang rendah dan keseimbangan neraca pembayaran. Hubungan  antara kondisi ekonomi di dalam negeri tercermin pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Sedangkan kondisi ekonomi luar negeri tercermin pada neraca pembayaran

Tujuan dari Makro ekonomi secara umum adalah :

  1. Mendorong pertumbuhan ekonomi
  2. Mengendalikan inflasi
  3. BoP yang berkelanjutan
  4. Fiskal yang sehat

Pentingnya stabilitas makro ekonomi dan pertumbuhan, tujuan makro ekonomi adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, BoP yang berkelanjutan, Fiskal yang Sehat.

Semua sektor makro ekonomi saling terhubung karena masing-masing sektor saling memperdagangkan barang, jasa, dan instrumen-instrumen keuangan satu sama lain, oleh karena itu semua sektor makro ekonomi harus dianalisis sebagai satu sistem, bukan sebagai satu sektor yang berdiri sendiri, mengingat perubahan satu sektor pasti mempengaruhi sektor lainnya

Financial Program atau Adjustment Program adalah suatu paket kebijakan yang komprehensif dan terukur dengan menggunakan berbagai instrumen kebijakan untuk mencapai tujuan tertentu. Financial Programming adalah proses/ langkah-langkah untuk menyusun Finansial Program secara sistematis.

Adjustment Program perlu dilakukan untuk menjaga keseimbangan internal dan eksternal agar terhindar dari inflasi yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang rendah dan masalah di Neraca Pembayaran.

Semoga tulisan  ini mampu memberikan wawasan bagi semua pihak

Tim Penulis (IT FE Unars)

Salam Sukses Fakultas Ekonomi

 

 

LOMBA TUMPENG ANTAR KELAS DAN PERAYAAN MAULID NABI BESAR MUHAMMAD S.A.W OLEH BEM FAKULTAS EKONOMI UNARS SITUBONDO 10 DESEMBER 2016

Hari ini, Sabtu 10 Desember 2016 bertempat di Ruang Aula Universitas Abdurachman Saleh Situbondo dilaksanakan dua kegiatan sekaligus yaitu untuk memperingati kegiatan “Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W dan lomba tumpeng antar kelas “, kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi didukung  Dekanat FE UNARS.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasamayaitu  Bapak. Irwan Yulianto, Dekan Fakultas Ekonomi Bapak Karnadi, dan Ustadz dari Bondowoso yaitu Bapak Febri Suprapto, Dosen-dosen fakultas ekonomi, Staff pengajaran, Anggota BEM FE dan perwakilan dari seluruh mahasiswa yang juga hadir di kegiatan maulid nabi ini.

Sebelum acara maulid  dimulai, kegiatan lomba tumpeng dilaksanakan terlebih dahulu untuk menilai tumpeng dari kelas manakah yang memiliki rasa enak dan tampilan yang menarik dan akan dinobatkan menjadi juara. Juri yang memberikan penilaian yaitu Ibu Lusi (Dosen FE), Ibu Melly (Dosen FE), dan Ibu Dwi Perwitasari (Wadek II FE).

DSC00418

Setelah pengundian, kemudian dilanjutkan dengan acara maulid, diawali dengan pemberian sambutan oleh wakil rektor III dan Dekan fakultas Ekonomi, essensi sambutan yang disampaikan adalah

“bahwa sebagai mahasiswa kita harus meneladani sifat Baginda Rasul Muhammad SAW, harus mengutamakan rasa kasih kepada sesama, Kepada UNARS dengan menjaga lingkungan kampus menjadi tetap bersih dan tidak merusak fasilitas-fasilitas yang ada. (cinta selalu membawa berkah”)”

Acara ditutup dengan pembacaan hasil pemenang lomba tumpeng dan diberikan penghargaan piagam dan piala.
DSC00406
Semoga acara ini bisa bermanfaat bagi kita semua, Dekan Fakultas ekonomi berkomitmen untuk terus maju bersama-sama dengan Para Dosen dan BEM  Fakultas Ekonomi kedepannya.

BAKTI SOSIAL DAN PENGHIJAUAN OLEH BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS  EKONOMI UNARS DI DUSUN JERUKAN DESA SILOMUKTI KECAMATAN MLANDINGAN 01 DESEMBER 2016

 BAKTI SOSIAL DAN PENGHIJAUAN OLEH BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS  EKONOMI UNARS SITUBONDO

Hari ini, kamis 2 desember 2016 fakultas ekonomi unars situbondo melaksajakan kegiatan  bakti sosial dan penanaman pohon di daerah silomukti kecamatan mlandingan kabupaten situbondo.. kegiatan hari ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Silomukti Kecamatan Mlandinga yaitu Didit Hariyanto, Dekan fakultas ekonomi unars situbondo Drs. Karnadi, M.Si, Wakil Dekan I bidang akademikan kemahasiswaan yaitu Lukman Ashary SE, MM, dosen-dosen fakultas ekonomu  dan seluruh anggota Badan eksekutif mahasiswa (BEM) FE UNARS.

Tema yang diangkat  dalam kegiatan ini yaitu  “menumbuhkan budaya sosial antar mahasiswa dan masyarakat peduli green and clean lingkungan”, kegiatan ini didukung oleh tim  situbondo berkebun

Kegiatan bakti sosial dirancang dalam program BEM Fakultas ekonomi sebagai  salah satu wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama manusia. Selain itu penanaman pohon ini sebagai salah satu program yang dirancang oleh dekan dan BEM FE UNARS sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan menjadi lebih hijau dan bersih khusunya di Desa Silomukti Kecamatan Mlandingan dan Kabupaten Situbondo pada umumnya. Jumlah bibit pohon yang ditanam hari ini yaitu Kayu Asem dan Kayu Sengon dengan jumlah keseluruhan bibit yang ditanam sebanyak 500 batang.

Manfaat program penghijauan ini diharapkan bisa dirasakan oleh masyarkat sekitar sekitar 5 sampai tahun mendatang, semakin hijau lingkungan kita maka semakin sehat kondisi lingkungan kehidupan diwilayah tersebut serta terpeliharanya kelestarian lingkungan Desa Silomukti tersebut. Penanaman pohon sengon dan smemiliki banyak manfaat khususnya menghindari terjadinya tanah longsor, tidak hanya itu sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya. Disampin itu akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.

PERJALANAN MENUJU LOKASI BAKSOS DAN PENGHIJAUAN

Perjalanan yang cukup jauh dan medan jalan yang cukup menantang yaitu kanan dan kiri bahu jalan adalah jurang dan tebing membutuhkan konsentrasi penuh agar menjadi selamat. Hal ini juga tidak meredupkan semangat Bapak Dekan FE UNARS dan tim serta mahasiswa BEM untuk mencapai lokasi tujuan penanaman pohon. Perjalanan ke dusun jerukan dari Kantor Desa Silomukti sekitar kurang lebih 40 menit.

Desa selomukti merupakan salah satu desa yang ada di wilayah kecamatan mlandingan dengan jumlah dusun sebanyak 5 dusun diantaranya dusun krajan, pengabetan, semmek, kemiri, jerukan. Jumlah prnduduk sekitar 6000 orang dengan mata pencaharian utama dibidang pertanian jagung, padi, kebun dan lain-lain.

PERMASALAHAN YANG ADA DI DUSUN JERUKAN  DESA SILOMUKTI PERLU MENDAPAT PERHATIAN PEMERINTAH

  1. Rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) menyebabkan rendahnya jumlah industri pengolahan (UMKM) yang ada di lingkungan Dusun Jerukan Desa Silomukti hal ini juga dikarenakan kurangnya perhatian pemerintah untuk memberdayakan ekonomi pedesaan melalui pelatihan-pelatihan bisnis keluarga untuk terus menjadi berkembang dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan perkapita di masyarakat. Mayoritas masyarakat sekitar memiliki sumber mata pencaharian dari berkebun dan beternak yang secara pendapatan masih minim
  2. Kurangnya ketersediaan air bersih, masyarakat di Dusun Jerukan untuk memperoleh air untuk keperluan mencuci dan minum perlu untuk turun ke daerah dataran rendah hingga 500 meteran dari rumah, dengan kondisi jalan menuju mata air yang cukup sulit. Kendala air ini memang menjadi keluhan yang paling besar karena menjadi kebutuhan utama masyarakat sekitar. Penduduk setempat sangat mengharapkan adanya bantuan pompa air disetiap rumah  agar air yang menjadi kebutuhan sehari-hari bisa diakses dengan mudah. Hal ini juga mempengaruhi budidaya tanaman yang menjadi mata pencaharian penduduk, kondisi air yang susah didapat menyebabkan tanaman seperti padi sulit untuk bisa hidup sehingga mayoritas hanya membudidayakan tanaman jagung.
  3. Jalan menuju Dusun Jerukan yang sangat sempit, berbatu dan curam, perlu untuk dilebarkan dan kemiringan jalan perlu untuk lebih didatarkan agar masyarakat yang hendak ke lokasi tidak mudah terpeleset khususnya bagi pejalan kaki dan juga pengguna sepeda motor
  4. Tidak ada tiang penyangga listrik yang bisa menopang kabel-kabel agar tidak kendur ke atap-atap setiap rumah warga, hal ini juga perlu dibantu agar kabel listrik yang dipasang tidak membahayakan warga dan menjadi lebih tertata secara baik. Meskipun pernah menerima bantuan listrik tenaga surya, namun masyarakat mengaku bahwa jika tidak ada cahaya matahari, maka alat tersebut tidak mampu menghidupkan lampu di malam hari, sehingga masyarakat tetap tergantung untuk menggunakan listrik meteran.

PENYERAHAN BANTUAN SEMBAKO DAN POHON SENGON SECARA SIMBOLIS

Proses penyerahan bantuan dilakukan secara resmi dalam pembukaan kegiatan ini yang dlalui oleh beberapa kegiatan yaitu sambutan-sambutan oleh :

  1. Andri (selaku ketua panitia)
  2. Ketua BEM FE
  3. Dekan sambutannnya:

Dekan Fakultas Ekonomi menyampaikan terimakasih atas kesediaan Kepala Desa memberikan izin dan turut hadir dalam acara tersebut sehingga acara bisa berjalan dengan hikmat. Bapak Karnadi juga menegaskan bahwa  Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo ingin bersatu dengan masyarakat  melalui  kegiatan-kegiatan ini yang merupakan tugas pokok penyelenggara perguruan tinggi untuk melaksanakan Tridharma perguruan tinggi yaitu melaksanakan Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan dan.Pengabdian kepadaMasyarakat. Disamping itu Lembaga UNARS melalui Fakultas Ekonomi yang merupakan pertamakali datang ke daerah tersebut mengharapkan bisa membantu masyarakat sekitar tidak hanya materil tapi juga pengetahuan dan pengalaman agar bisa memberikan motivasi bagaimana menjadi penduduk yang maju dan berkembang dalam hal pemikiran, ekonomi masyarakat, pendidikan, pemeliharaan lingkungan hijau dan kebersihan yang perlu dijaga.

  1. Kepala Desa Silomukti:

Menyampaikan terimakasih atas partisipasi Mahasiswa Ekonomi UNARS yang juga ikut memperhatikan kelestarian lingkungan di Dusun Jerukan ini. Meskipun baru dilantik sebagai Kepala Desa Silomukti, beliau sangat bersemangat untuk berkolaborasi dengan UNARS dalam membangun pola pemikiran warga melalui motivasi-motivasi yang membangun, selama ini cara berfikir masyarakat masih dianggap rendah karena masih banyaknya penduduk yang selalu mengharapkan bantuan-bantuan dari pemerintah sehingga tidak mampu untuk berfikir maju secara mandiri, sehingga berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan keluarganya. Dalam kesempatan ini juga ada kesempatan masyarakat sekitar untuk langsung berinteraksi dengan kepala desa dengan menyampaikan beberapa keluhan-keluhan permasalahan segala hal yang dialami warga dan juga menjadi masukan yang membangun bagi pemerintahan desa tersebut.

Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara bertahap oleh Fakultas Ekonomi UNARS dan BEM, dan menjadi salah satu program unggulan sebagai upaya  berperan aktif dalam membangun masyarakat Kabupaten situbondo khusunya di pedesaan.

FAKULTAS EKONOMI UNARS MELAKSANAKAN (MoU) NOTA KESEPAHAMAN bersama BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TIMUR 19 November 2016

FAKULTAS EKONOMI UNARS MELAKSANAKAN (MoU) NOTA KESEPAHAMAN bersama BADAN NARKOTIKA NASIONAL  PROVINSI JAWA TIMUR 19 November 2016

Pada hari Sabtu, Tanggal 19 November 2016, Bertempat di  Kabupaten Jember, Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional Jawa Timur. Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Jawa Timur yaitu Drs. AMRIN REMICO, MM (Brigjen. Polisi), Dekan Fakultas ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, Drs. Karnadi M.Si, Duta Anti Narkoba Jawa timur, Anang Hermansyah dan beberapa tamu penting lainnya yang juga turut menghadiri acara tersebut

IMG-20161120-WA0005

 MoU atau Nota Kesepahamana ini dibuat  dengan dengan tujuan beberapa hal yaitu bahwasannya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan program Indonesi yang Bebas Narkoba Tahun 2015, maka dipandang perlu untuk membuat sebuah nota kesepahaman sebagai upaya untuk Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Jawa Timur.

IMG-20161120-WA0004

Kesepakan ini disepakati bersama oleh Drs. AMRIN REMICO, MM (Brigjen. Polisi) sebagai pihak pertama dan Drs. Karnadi M.Si (Dekan Fakultas Ekonomi UNARS) sebagai pihak kedua.  Kedua pihak memiliki Hak dan kewajiban berdasarkan kesepakatan harus dilaksanakan secara bersama diantaranya melaksanakan kegiatan pelatihan dan penyuluhan tentang narkoba , melaksanakan pengawasan secara teknis, menyusun laporan, menerima bantuan fasilitas dan lain-lain.

IMG-20161120-WA0006

Semoga dengan kerjasama ini kita Keluarga Besar Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo bisa bersih dan terhindar dari penggunaan dan Bahaya Laten NARKOBA.

 

Salam SEHAT

Save

HARI PERTAMA PELAKSANAAN UJIAN TENGAH SEMESTER GASAL TA 2016/2017 FAKULTAS EKONOMI UNARS SITUBONDO 14 NOVEMBER 2016 BERJALAN LANCAR

Hari Senin, 14 November 2016 Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS). Ujian di hari pertama berjalan dengan baik, dengan beberapa persiapan-persiapan panitia ujian yang telah dipersiapkan beberapa hari terakhir mulai dari susunan pengawas, jadwal, soal-soal dan ruangan. Setidaknya beberapa hal yang juga perlu menjadi tanggungan dan kewajiban yang harus dipenuhi untuk mengikuti UTS kali ini seperti mentaati segala peraturan-peraturan ujian dan tidak melanggarnya serta wajib menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNARS berkomitmen bahwa dalam pelaksanaan UTS kali ini lebih disiplin, lebih tegas dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Mahasiswa yang mengikuti UTS dipastikan telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan Fakultas Ekonomi dan Universitas Abdurachman Saleh situbondo

Jumlah kelas yang mengikuti ujian kali ini sebanyak 21 kelas, Semester 1 (A sampai H), Semester 3 (A-G),  Semester 5 (A-G), dan Semster 7 (A-F). Pelaksanaan Ujian berlangsung selama Satu Minggu (Senin-Sabtu) berdasarkan jadwal pelaksanaan yang telah ditentukan Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo.

SEMOGA SUKSES MAHASISWA FE UNARS

SYUKUR ALHAMDULILLAH ATAS PENGANUGERAHAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL KEPADA KHR. AS’AD SYAMSUL ARIFIN

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada KHR As’ad Syamsul Arifin dalam upacara di Istana Negara Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional itu berdasar Keputusan Presiden Nomor 90/TK/Tahun 2016 tanggal 3 November 2016 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional

Kiai As’ad lahir pada tahun 1897 di perkampungan Syi’ib Ali Makkah dekat dengan Masjidil Haram.

Perjuangannya dalam menegakkan agama Islam ahlussunnah wal jama’ah sungguh luar biasa. Termasuk Kyai As’ad dikenal sebagai figur yang gagah berani mengatakan kebenaran. Tidak salah jika kemampuan agamanya dipadukan dengan beladiri yang membuatnya dikenal sakti mandra guna.

Kiai As’ad menempuh pendidikan di Makkah sejak usia 16 tahun dan kembali ngaji di Jawa. Guru-gurunya di Makkah antara lain: Sayyid Abbas Al Maliki, Syaikh Hasan Al Yamani, Syaikh Bakir Al Jugjawi dan lain-lain.

Sepulangnya ke tanah Jawa, ia belajar di berbagai pesantren: Ponpes Sidogiri (KH Nawawi), Ponpes Siwalan Panji Sidoarjo (KH Khazin), Ponpes Kademangan Bangkalan (KH Kholil) dan Ponpes Tebuireng (KH Hasyim Asy’ari).

Peran Kiai As’ad dalam pendirian organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sangat nampak sekali. Dimana ia merupakan santri kesayangan KH Kholil Bangkalan yang diutus menemui KH Hasyim Asy’ari memberi “tanda restu” pendirian NU.

NU bagi Kiai As’ad bukan organisasi biasa, tapi organisasi para waliyullah. Maka harus dijaga dengan baik. Sebab dengan NU itu Indonesia akan dikawal waliyullah, ulama dan seluruh bangsa Indonesia.

“Saya ikut NU tidak sama dengan yang lain. Sebab saya menerima NU dari guru saya, lewat sejarah. Tidak lewat talqin atau ucapan. Kamu santri saya, jadi kamu harus ikut saya! Saya ini NU jadi kamu pun harus NU juga,” tegas Kiai As’ad.

Perjuangan Kiai As’ad dalam mengusir penjajah sangat nyata. Bahkan Pondok Pesantrennya pernah diserbu pasukan penjajah. Berkat kegigihannya, 10.000 orang yang ada disana sudah bisa terevakuasi dengan baik. Kemahiran Kyai As’ad dalam beladiri dan seni perang menjadikan pasukannya memenangkan pertempuran di Bantal Asembagus dimana Belanda sempat mengepung markas TNI.

Ketegasan Kiai As’ad dalam menjadikan Pancasila sebagai asas organisasi NU sudah tidak diragukan lagi. Saat Pemerintah mewajibkan penggunaan Pancasila tahun 1982/1983, NU merespon cepat dengan menggelar Munas Alim Ulama di Ponpes milik Kiai As’ad.

Tanggal 21 Desember 1983, Munas memutuskan menerima Pancasila dan revitalisasi Khittah 1926. Pada bulan Desember 1984 dalam Muktamar NU XXVII diputuskan asas Pancasila dan Khittah NU. Dan NU menjadi Ormas pertama yang menerima Pancasila.

Gagasan besar KH Achmad Shiddiq dalam menerima Pancasila ini diiyakan oleh KH As’ad bersama KH Mahrus Ali, KH Masykur dan  KH Ali Ma’shum. Akibat dari menerima Pancasila itu, KH As’ad sering mendapatkan teror, surat kaleng dan ancaman mau dibunuh.

Itu semua ia lewati dengan penuh kebijaksanaan. Sehingga secara pelan-pelan Kiai NU dan para nahdliyyin bisa menerima dan memahami di balik makna NU berpancasila, semata-mata untuk keutuhan NKRI.

Di usianya ke 93, Allah Swt memanggil Kiai As’ad. KH As’ad Syamsul Arifin berpulang keharibaan-Nya pada 4 Agustus 1990 dan dimakamkan di komplek Ponpes Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo

Kiai As’ad merupakan ulama sekaligus tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) dengan jabatan terakhir sebagai Dewan Penasihat (Musytasar) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga akhir hayatnya.

Ia merupakan penyampai pesan (Isyarah) yang berupa tongkat disertai ayat Al Quran dari KH Kholil Bangkalan untuk KH Hasyim Asy’ari, yang merupakan cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

Sumber :
http://news.okezone.com/

http://www.nu.or.id/

Selamat Hari Pahlawan Pada 10 November 2016

Sejarah Hari Pahlawan Pada 10 November 1945

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesiadan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan. Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.

Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu, beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai/ulama) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung alot, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.

Setidaknya 6,000 – 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Referensi :

The Battle of Surabaya, Indonesian Heritage.
Ricklefs, Merle Calvin (1993). A History of Modern Indonesia Since c. 1300(Second ed.). MacMillan. ISBN 978-0-333-57689-2.
Woodburn Kirby, S (1965). The War Against Japan Vol. V. London: HMSO. ISBN 0-333-57689-6.
Batara R. Hutagalung: “10 November ’45. Mengapa Inggris Membom Surabaya?” Penerbit Millenium, Jakarta Oktober 2001, cetakan xvi, 472 halaman
Frederick, William H. (April 1982). “In Memoriam: Sutomo”. Indonesia(Cornell University outheast Asia Program) 33: 127–128. seap.indo/1107016901.

Fakultas Ekonomi