FAKULTAS EKONOMI UNARS MELAKSANAKAN (MoU) NOTA KESEPAHAMAN bersama BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TIMUR 19 November 2016

FAKULTAS EKONOMI UNARS MELAKSANAKAN (MoU) NOTA KESEPAHAMAN bersama BADAN NARKOTIKA NASIONAL  PROVINSI JAWA TIMUR 19 November 2016

Pada hari Sabtu, Tanggal 19 November 2016, Bertempat di  Kabupaten Jember, Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional Jawa Timur. Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Jawa Timur yaitu Drs. AMRIN REMICO, MM (Brigjen. Polisi), Dekan Fakultas ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, Drs. Karnadi M.Si, Duta Anti Narkoba Jawa timur, Anang Hermansyah dan beberapa tamu penting lainnya yang juga turut menghadiri acara tersebut

IMG-20161120-WA0005

 MoU atau Nota Kesepahamana ini dibuat  dengan dengan tujuan beberapa hal yaitu bahwasannya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan program Indonesi yang Bebas Narkoba Tahun 2015, maka dipandang perlu untuk membuat sebuah nota kesepahaman sebagai upaya untuk Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Jawa Timur.

IMG-20161120-WA0004

Kesepakan ini disepakati bersama oleh Drs. AMRIN REMICO, MM (Brigjen. Polisi) sebagai pihak pertama dan Drs. Karnadi M.Si (Dekan Fakultas Ekonomi UNARS) sebagai pihak kedua.  Kedua pihak memiliki Hak dan kewajiban berdasarkan kesepakatan harus dilaksanakan secara bersama diantaranya melaksanakan kegiatan pelatihan dan penyuluhan tentang narkoba , melaksanakan pengawasan secara teknis, menyusun laporan, menerima bantuan fasilitas dan lain-lain.

IMG-20161120-WA0006

Semoga dengan kerjasama ini kita Keluarga Besar Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo bisa bersih dan terhindar dari penggunaan dan Bahaya Laten NARKOBA.

 

Salam SEHAT

Save

HARI PERTAMA PELAKSANAAN UJIAN TENGAH SEMESTER GASAL TA 2016/2017 FAKULTAS EKONOMI UNARS SITUBONDO 14 NOVEMBER 2016 BERJALAN LANCAR

Hari Senin, 14 November 2016 Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS). Ujian di hari pertama berjalan dengan baik, dengan beberapa persiapan-persiapan panitia ujian yang telah dipersiapkan beberapa hari terakhir mulai dari susunan pengawas, jadwal, soal-soal dan ruangan. Setidaknya beberapa hal yang juga perlu menjadi tanggungan dan kewajiban yang harus dipenuhi untuk mengikuti UTS kali ini seperti mentaati segala peraturan-peraturan ujian dan tidak melanggarnya serta wajib menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNARS berkomitmen bahwa dalam pelaksanaan UTS kali ini lebih disiplin, lebih tegas dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Mahasiswa yang mengikuti UTS dipastikan telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan Fakultas Ekonomi dan Universitas Abdurachman Saleh situbondo

Jumlah kelas yang mengikuti ujian kali ini sebanyak 21 kelas, Semester 1 (A sampai H), Semester 3 (A-G),  Semester 5 (A-G), dan Semster 7 (A-F). Pelaksanaan Ujian berlangsung selama Satu Minggu (Senin-Sabtu) berdasarkan jadwal pelaksanaan yang telah ditentukan Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo.

SEMOGA SUKSES MAHASISWA FE UNARS

SYUKUR ALHAMDULILLAH ATAS PENGANUGERAHAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL KEPADA KHR. AS’AD SYAMSUL ARIFIN

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada KHR As’ad Syamsul Arifin dalam upacara di Istana Negara Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional itu berdasar Keputusan Presiden Nomor 90/TK/Tahun 2016 tanggal 3 November 2016 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional

Kiai As’ad lahir pada tahun 1897 di perkampungan Syi’ib Ali Makkah dekat dengan Masjidil Haram.

Perjuangannya dalam menegakkan agama Islam ahlussunnah wal jama’ah sungguh luar biasa. Termasuk Kyai As’ad dikenal sebagai figur yang gagah berani mengatakan kebenaran. Tidak salah jika kemampuan agamanya dipadukan dengan beladiri yang membuatnya dikenal sakti mandra guna.

Kiai As’ad menempuh pendidikan di Makkah sejak usia 16 tahun dan kembali ngaji di Jawa. Guru-gurunya di Makkah antara lain: Sayyid Abbas Al Maliki, Syaikh Hasan Al Yamani, Syaikh Bakir Al Jugjawi dan lain-lain.

Sepulangnya ke tanah Jawa, ia belajar di berbagai pesantren: Ponpes Sidogiri (KH Nawawi), Ponpes Siwalan Panji Sidoarjo (KH Khazin), Ponpes Kademangan Bangkalan (KH Kholil) dan Ponpes Tebuireng (KH Hasyim Asy’ari).

Peran Kiai As’ad dalam pendirian organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sangat nampak sekali. Dimana ia merupakan santri kesayangan KH Kholil Bangkalan yang diutus menemui KH Hasyim Asy’ari memberi “tanda restu” pendirian NU.

NU bagi Kiai As’ad bukan organisasi biasa, tapi organisasi para waliyullah. Maka harus dijaga dengan baik. Sebab dengan NU itu Indonesia akan dikawal waliyullah, ulama dan seluruh bangsa Indonesia.

“Saya ikut NU tidak sama dengan yang lain. Sebab saya menerima NU dari guru saya, lewat sejarah. Tidak lewat talqin atau ucapan. Kamu santri saya, jadi kamu harus ikut saya! Saya ini NU jadi kamu pun harus NU juga,” tegas Kiai As’ad.

Perjuangan Kiai As’ad dalam mengusir penjajah sangat nyata. Bahkan Pondok Pesantrennya pernah diserbu pasukan penjajah. Berkat kegigihannya, 10.000 orang yang ada disana sudah bisa terevakuasi dengan baik. Kemahiran Kyai As’ad dalam beladiri dan seni perang menjadikan pasukannya memenangkan pertempuran di Bantal Asembagus dimana Belanda sempat mengepung markas TNI.

Ketegasan Kiai As’ad dalam menjadikan Pancasila sebagai asas organisasi NU sudah tidak diragukan lagi. Saat Pemerintah mewajibkan penggunaan Pancasila tahun 1982/1983, NU merespon cepat dengan menggelar Munas Alim Ulama di Ponpes milik Kiai As’ad.

Tanggal 21 Desember 1983, Munas memutuskan menerima Pancasila dan revitalisasi Khittah 1926. Pada bulan Desember 1984 dalam Muktamar NU XXVII diputuskan asas Pancasila dan Khittah NU. Dan NU menjadi Ormas pertama yang menerima Pancasila.

Gagasan besar KH Achmad Shiddiq dalam menerima Pancasila ini diiyakan oleh KH As’ad bersama KH Mahrus Ali, KH Masykur dan  KH Ali Ma’shum. Akibat dari menerima Pancasila itu, KH As’ad sering mendapatkan teror, surat kaleng dan ancaman mau dibunuh.

Itu semua ia lewati dengan penuh kebijaksanaan. Sehingga secara pelan-pelan Kiai NU dan para nahdliyyin bisa menerima dan memahami di balik makna NU berpancasila, semata-mata untuk keutuhan NKRI.

Di usianya ke 93, Allah Swt memanggil Kiai As’ad. KH As’ad Syamsul Arifin berpulang keharibaan-Nya pada 4 Agustus 1990 dan dimakamkan di komplek Ponpes Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo

Kiai As’ad merupakan ulama sekaligus tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) dengan jabatan terakhir sebagai Dewan Penasihat (Musytasar) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga akhir hayatnya.

Ia merupakan penyampai pesan (Isyarah) yang berupa tongkat disertai ayat Al Quran dari KH Kholil Bangkalan untuk KH Hasyim Asy’ari, yang merupakan cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

Sumber :
http://news.okezone.com/

http://www.nu.or.id/

Selamat Hari Pahlawan Pada 10 November 2016

Sejarah Hari Pahlawan Pada 10 November 1945

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesiadan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan. Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.

Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu, beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai/ulama) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung alot, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.

Setidaknya 6,000 – 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Referensi :

The Battle of Surabaya, Indonesian Heritage.
Ricklefs, Merle Calvin (1993). A History of Modern Indonesia Since c. 1300(Second ed.). MacMillan. ISBN 978-0-333-57689-2.
Woodburn Kirby, S (1965). The War Against Japan Vol. V. London: HMSO. ISBN 0-333-57689-6.
Batara R. Hutagalung: “10 November ’45. Mengapa Inggris Membom Surabaya?” Penerbit Millenium, Jakarta Oktober 2001, cetakan xvi, 472 halaman
Frederick, William H. (April 1982). “In Memoriam: Sutomo”. Indonesia(Cornell University outheast Asia Program) 33: 127–128. seap.indo/1107016901.

Selamat kepada tiga dosen fakultas ekonomi UNARS Atas kelulusan dan perolehan gelar Magister manajemen

14940197_1793292377550020_7263401237911733167_o

pada hari sabtu tepatnya tanggal 05 november 2016, tiga dosen UNARS, situbondo Alviatul maulida, Rini Kartika Sari, dan Triska Dewi yang sebelumnya merupakan asisten dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh situbondo kini resmi memperoleh gelar Magister Manajemen (MM) di Universitas Negeri Jember,

Ketiga Dosen inisebelumnya  merupakan Alumni terbaik Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo di tahun 2014,  dengan berbekal semangat belajar, kedisiplinan untuk menjadi pribadi yang baik menghantarkannya untuk mendapat gelar MM tersebut dan sekaligus menjadi lulusan yang terbaik dan lulus tepat pada waktunya.

Menurut beliau bertiga, kedisiplinan, semangat belajar, kemauan untuk maju dan tidak mengenal lelah merupakan modal utama untuk menjadi sukses di usia muda , tidak hanya itu untuk menjadi yang terbaik perlu pengorbanan yang lebih baik waktu, tempat maupun materil agar kesusksesan yang kita capai menjadi sempurna.

Salam Sukses Fakultas Ekonomi UNARS

Dosen Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo suskes mengikuti ajang Pos Fit East Java Half-Marathon 21,0975 km pada 06 Nopember 2016 di Kota Surabaya

Hari Minggu. 06 Sepetember 2016 Dosen Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo yang paling aktif di dunia olahraga, Drs. Edy Kusnadi hamdun, M.Si mengikuti kegiatan Pos Fit East Java Half-Marathon 21,0975 km di Kota Surabaya. Tidak hanya di bidang lari, Bapak Edy kusnadi yang sering disapa Edy Koko ini juga aktif di beberapa olahraga lainnya seperti Diving, Karate, dan Cycling

Even olahraga sebelumnya yang tak kalah menantangnya yaitu sebagai Peserta  Cyclist Yang Taklukan 237 Km Event Internasional Gran Fondo Jawa Pos (Gfjp) East Java 2016 di Kota Surabaya-Madura

Sebanyak 3.200 peserta dari 12 negara mengikuti kegiatan lari maraton ini Peserta kategori half-marathon(HM/21,0975 km) dan dilepas dari titik start tepat pukul 05.30 oleh Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul, didampingi Pangdam V/Brawijaya I Made Sukadana, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Gatot Subroto, dan Asisten Deputi Sentra Keolahragaan Kemenpora Teguh Raharjo.

14910480_607077792810029_1227734348946998688_n

Dari titik start di 100 meter utara pintu tol sisi Surabaya, pelari kategori HM melaju ke arah Madura hingga 10,5 km. Setelah itu memutar balik menuju arah Surabaya. Pelari kategori HM ini melewati lima checkpoint untuk memastikan bahwa mereka melalui keseluruhan trek

Seluruh peserta Jawa Pos Fit East Java Half-Marathon ini merasa puas dengan race yang digelar kemarin di kawasan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Event lari ini merupakan yang terbesar di Jawa Timur dan merupakan race dengan clearance lalu lintas yang terjaga penuh.

Salam Olahraga…

Fakultas Ekonomi